SOCIAL JUSTICE IN PALU BAY: TRADITIONAL FISHERMEN AND MODERN FISHERMEN (KEADILAN SOSIAL DI TELUK PALU: NELAYAN TRADISIONAL DAN NELAYAN MODEN)

Haslinda B. Anriani, Agustiati -, Rosmawati -, Harifuddin Halim, Ansar Arifin

Abstract


Abstract

This paper aims to reveal the efforts of local or traditional fishermen (coastal fishermen) in dealing with open sea fishermen (modern fishermen) in Palu Bay related to seizure of marine resources. In revealing this, a literature study was conducted in the form of a search of documents and research reports (secondary data) on the efforts of traditional fishermen and various parties to seek justice that had been dominated by open sea fishermen (modern fishermen) in Palu Bay which had been going on for a long time. Data from various secondary sources are categorized and analyzed, then concluded. Based on the results of data analysis, the following descriptions are obtained: (1) natural poverty, cultural poverty, and structural poverty condition traditional fishing communities do not have social sustainability. (2) at the same time the trap of poverty creates social injustice. The conclusion of this article is that social sustainability and social justice are cause and effect, but realizing social sustainability begins with getting out of the poverty trap.

Keywords: Traditional fishermen, Modern fishermen, Social sustainability, Social justice

 

Abstrak

Makalah ini bertujuan untuk mengungkap upaya nelayan lokal atau tradisional (nelayan pesisir) dalam menangani nelayan laut terbuka (nelayan modern) di Teluk Palu terkait dengan perebutan sumber daya laut. Dalam mengungkap ini, sebuah studi literatur dilakukan dalam bentuk pencarian dokumen dan laporan penelitian (data sekunder) tentang upaya nelayan tradisional dan berbagai pihak untuk mencari keadilan yang telah didominasi oleh nelayan laut lepas (nelayan modern) di Palu. Teluk yang sudah berlangsung lama. Data dari berbagai sumber sekunder dikategorikan dan dianalisis, lalu disimpulkan. Berdasarkan hasil analisis data, uraian berikut diperoleh: (1) kemiskinan alam, kemiskinan budaya, dan kondisi kemiskinan struktural masyarakat nelayan tradisional tidak memiliki keberlanjutan sosial. (2) pada saat yang sama jebakan kemiskinan menciptakan ketidakadilan sosial. Kesimpulan dari artikel ini adalah bahwa keberlanjutan sosial dan keadilan sosial adalah sebab dan akibat, tetapi mewujudkan keberlanjutan sosial dimulai dengan keluar dari perangkap kemiskinan.

Kata Kunci: Nelayan tradisional, Nelayan modern, Keberlanjutan sosial, Keadilan sosial


Full Text:

PDF

References


Alatas, Umar, M. Fedi A Sentosa, Ari Purbayanto, Anwar Bey Pane. 2014. Keberlanjutan Perikanan Pelagis Kecil di Teluk Palu. Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia 20(2): 105-111.

Anriani, Haslinda B. 2018. Konflik Nelayan dan Dampak Sosial. Kebumen: Pena Indies.

Ansar. 2011. Menuju Kebijakan Pengelolaan Teluk Palu yang Harmonis. Jurnal Media Litbang Sulteng IV(2): 142-148.

Arifin, Ansar. 2014. Perangkap Kemiskinan dan Kekerasan Struktural di Balik Relasi Kerja Punggawa Sawi. Jakarta: Orbit Publishing.

Bakari, Yulianti. 2016. Respon Nelayan Atas Kerusakan Ekologi Teluk Palu (Studi Kasus Nelayan di Kelurahan Mamboro Barat, Kecamatan Palu Utara, Kota Palu). Tesis. Pascasarjana Universitas Gadjah Mada. http://etd.repository.ugm.ac.id/index.php?mod=penelitian_ detail⊂=PenelitianDetail&act=view&typ=html&buku_id=94037&obyek_id=4. [Akses 5 Januari 2019]

Balaceanu, Cristina, Diana Apostol, Daniela Penu. 2012. Sustainability and Social Justice. Procedia - Social and Behavioral Sciences 62: 677-681.

Barker. 2013. Cultural Studies, Teori dan Praktek. Yogyakarta: Kreasi Wacana.

Basir, Muhammad. 2012. Hubungan Sosial dan Akses Sosial Masyarakat Pada Lingkungan Pemukiman Kumuh di Kota Makassar. Jurnal Perkotaan 4(1): 50-58.

Caraiani, O. 2008. Dreptate sau moralitate. Bucurest: Comunicare.ro.

Fraser, N. 2008. Scales of Justice: Reimagining Political Space in a Globalizing World. New York: Columbia University Press.

Jesse, C. Ribot, Nancy Lee Peluso. 2003. A Theory of Access. Rural Sociology Journal 68(2): 153-181.

Kusnadi. 2002. Pemberdayaan Nelayan dan Dinamika Ekonomi Masyarakat Pesisir. Yogyakarta: Penelitian Universitas Jember kerja sama dengan Penerbit AR-Rusz Media.

Liliweri, Alo. 2007. Makna Budaya dalam Komunikasi Antarbudaya. Yogyakarta: PT. LkiS Pelangi Aksara.

Naping, Hamka. 1991. Palu Sulawesi Tengah: Suatu kajian Etnoekologi. Tesis. Pascasarjana Universitas Indonesia.

Nara, Adriana. 2014. Hubungan Pengetahuan,

Sikap, Akses Pelayanan, Jumlah Sumber. Informasi, dan Dukungan Keluarga. Tesis. Pascasarjana Universitas Udayana Denpasar.

Parsons, Ruth J. 1994. Empowerment Based Social Work Practice: A Study of Process and Outcomes. Paper presented to the 41st Annual Program Meeting Council on Social Work Education, San Diego.

Rawls, J. 1971. A Theory of Justice. Cambridge: MA, Harvard University Press.

Schlager, Edella and Ellinor Ostrom. 1992. Property-Rights Regime and Natural-Resources: A conceptual analysis. Land Econ 68:249-262.

Shardlow, Steven M and Mark Doel. 1998. Modern Social Work Practice: Teaching and Learning in Practice Setting. New York: Ashgate Publishing Limited.

Tahawila, Amrin. 2014. Studi Akar Kemiskinan Nelayan di Kelurahan Baiya kecamatan Tawaeli Kota Palu. E-Jurnal Katalogis 2(7): 101-110


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Malay Arts, Culture and Civilization Research Group,

d/a Institut Alam dan Tamadun Melayu
Universiti Kebangsaan Malaysia
43600 UKM Bangi, Selangor Darul Ehsan, Malaysia
Tel: +60 3 8921 5280 | Email: ajehh@ukm.edu.my