Meneroka Kesejahteraan Sosial Karen dan Rohingya di Sekolah Pelarian Myanmar di Chow Kit

(Exploring Social Wellbeing among Karen and Rohingya in Myanmar Refugee School at Chow Kit)

  • Divaghar Voothayakumar Pusat Kajian Kesejahteraan Manusia dan Masyarakat, Fakulti Sains Sosial dan Kemanusiaan, Universiti Kebangsaan Malaysia
  • Khadijah Alavi Pusat Kajian Kesejahteraan Manusia dan Masyarakat, Fakulti Sains Sosial dan Kemanusiaan, Universiti Kebangsaan Malaysia
Keywords: Pelarian Karen dan Rohingya, kesejahteraan sosial, keperluan asas, pendidikan, perubatan dan pemeriksaan kesihatan

Abstract

Pelarian Karen dan Rohingya merupakan satu fenomena yang amat mengerikan dalam sejarah hidup manusia moden yang serba canggih teknologi media masa. Kebencian dan kebengisan kerajaan Myanmar dalam pembunuhan beramai-ramai, penafian kerakyatan, mendera dan merampas segala harta benda masyarakat Karen dan Rohingya. Maka tempat tumpuan untuk mencari perlindungan pelarian beratus ribu masyarakat ini adalah Malaysia. Tujuan utama kajian ini adalah meneroka kesejahteraan sosial dalam kalangan masyarakat Karen dan Rohingya di Malaysia. Kajian lepas amat kurang mengkaji isu kesejahteraan sosial pelarian Karen dan Rohingya terutama adaptasi persekitaran, pendidikan dan keperluan asas. Kajian ini dijalankan dengan menggunakan pendekatan kualitatif berpandukan kajian kes. Teknik pengumpulan data kajian melalui temubual berstruktur secara bertulis. 10 orang informan telah dipilih bagi kajian ini dengan menggunakan teknik persampelan bertujuan (purposive sampling). Lokasi kajian yang dipilih ialah di Sekolah Pelarian Myanmar Chow Kit, Kuala Lumpur. Data temubual berstruktur dianalisis secara tematik dan hasil kajian mendapati terdapat tiga cabaran utama iaitu pertama keperluan asas masyarakat Karen dan Rohingya kurang kebersihan misalnya tidak memakai baju, tidak gosok gigi, tidak mencuci tangan sebelum makan dan sebagainya. Kedua, daripada aspek pendidikan tidak boleh membaca dan menulis. Ketiga, komuniti Karen dan Rohingya tidak disediakan untuk menjalani kehidupan harian biasa atau persediaan pemulangan ke negara asal mereka. Implikasi kajian ini mencadangkan program intervensi dan outreach untuk menghadapi masa depan kehidupan Karen dan Rohingya lebih terjamin melalui pendidikan keusahawanan dan pendidikan asas kebersihan diri dan persekitaran.

ABSTRACT

Karen and Rohingya refugees are a horrific phenomenon in the history of modern human life that is a sophisticated time-consuming media technology. The hatred and frustration of the Myanmar government in massacres, denial of citizenship, torture and seize all the property of Karen and Rohingya society. So the focus of finding refuge in the hundreds of thousands of Malaysians is Malaysia. The main purpose of this study is to explore social prosperity among the Karen and Rohingya communities in Malaysia. Past studies have underestimated the issue of social well-being of Karen and Rohingya, especially the adaptation of the environment, education and basic needs. This study was conducted using a qualitative approach based on case study. Techniques of collecting research data through structured interviews in writing. 10 informants were chosen for this study using purposive sampling technique. The location of the study was selected at the Chow Kit Myanmar Refugee School, Kuala Lumpur. Structured interview data was analyzed thematic and the findings found that there were three major challenges, namely the first basic needs of the Karen and Rohingya communities, lack of cleanliness such as wearing no clothes, not brushing teeth, not washing hands before eating, etc. Secondly, from education aspect can not read and write. Third, the Karen and Rohingya communities are not provided for the normal daily life or return supplies to their home country. The implication of this study suggests intervention and outreach programs for the future of Karen and Rohingya's life are more secured through entrepreneurship education and basic education of personal hygiene and environment.
Keywords: Karen dan Rohingya refugee, social wellbeing, basic nessicities, education

Published
2020-04-27
How to Cite
Voothayakumar, D., & Alavi, K. (2020, April 27). Meneroka Kesejahteraan Sosial Karen dan Rohingya di Sekolah Pelarian Myanmar di Chow Kit. Jurnal Wacana Sarjana, 4(2), 1-11. Retrieved from http://spaj.ukm.my/jws/index.php/jws/article/view/276